Kamis, 26 Agustus 2010

Apakah cinta itu?

Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab,
Mereka yang bermain dengannya, menyebutnya sebuah permainan,
Mereka yang tidak memilikinya, menyebutnya sebuah impian,
Mereka yang mencintai, menyebutnya takdir.

Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita
Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam.
Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.


Mengapa menunggu?

Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai,
kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan,
ketimbang memilih apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.

Perlu kau ketahui bahwa
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.

Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama,
Dan penantian kita tidaklah sia-sia.

Walaupun menunggu membutuhkan banya hal - iman, keberanian, dan pengharapan
penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.

Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.


Jesus bless us :)


repost dari grup ChrisTian'S WithouT BorderS

Minggu, 08 Agustus 2010

Odolisme

jakarta, 22 Juli 2010,
pukul 22:00 kl ga salah,,,

terjadi insiden kesiram air panas, pas lagi masak indomie,,,
krn rumah tinggal kmi yang sempit, pintu masuk dekat dengan tempat masak, ya gt saya memang kl mau masak sukanya pintu ditutup, biar ga sempit gt pas masak....
eh ternyata memang lg kurang hati2 kali saya,, jd pas mau mindahin dandang tmpt masak mie ke meja biar di sajikan eh tiba2.. dari luar adeku si Daniel masuk dgn dorongan pintu yang cukup kuat,,, sudahlah,... alkisah dandang tmpt masak mieku tumpah ke badan,,, huhuhuhuhuhuhu sedih bgt kl inget itu lagi,,,
dah mana dia pas tahu sy kesiram air panas dia ga gapa2in gt tuk menolong,,,,, panas bgt nih badan kl diras waktu itu,,,,,,,
karna ga tahu mau diapa-in badan sy waktu itu ya udah,, diguyur-guyur dah pake air kran... tp tetep ga berubah menjadi dingi.. krn dah ga tahan ya gt dioleh odol deh...

Sabtu, 07 Agustus 2010

Hajaran Kasih,,,,

Ibrani 12:11
“Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu diberikan tidak mendatangkan sukacita...
Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai 
kepada mereka yang dilatih olehnya."

Beberapa dari Anda mungkin sudah mengenal atau membaca kisah wanita yang satu ini? Hellen Keller tercatat dalam sejarah dunia sebagai orang buta yang berhasil lulus perguruan tinggi dan dengan segala keterbatasannya ia menjadi berkat bagi banyak orang. Namun, di balik semua hal yang luar biasa yang diperbuat Hellen, ada satu tokoh yang sangat berperan di dalam kehidupannya, yakni Anne Sullivan.

Anne adalah guru privat Hellen. Sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk mengajar Hellen. Sewaktu Hellen kecil, Anne harus mendisiplinkan Hellen dengan sangat keras agar ia bisa makan dengan sendok. Kedua orangtua Hellen pada awalnya berkeberatan dengan cara mengajar Anne yang menurut mereka terlalu disiplin. Namun, setelah Anne meyakinkan kedua orang tua Hellen bahwa apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang akan berguna bagi anak ini kelak, mereka pun membiarkannya melakukan didikan yang keras kepada buah hati mereka. Dan, tindakan Anne ini ternyata memang membawa perubahan. Jika saja Anne waktu itu mengikuti saran orangtua Hellen, maka dunia tidak akan pernah diberkati oleh seorang Hellen Keller.

Demikian juga dengan Bapa di Surga. Karena Dia adalah Bapa yang baik, itu sebabnya Dia mendisiplinkan kita. Penulis kitab Ibrani menuliskan didikan Tuhan dari sudut pandang Tuhan. Dia memberi kita petunjuk bagaimana harus bersikap ketika dihajar Tuhan. Pertama, jangan pernah menganggap enteng. Sikap menganggap enteng membuat kita tidak pernah belajar dari kesalahan yang kita perbuat, sehingga kita terus menerus membuat kesalahan yang sama. Kedua, janganlah menjadi putus asa (Ibrani 12:5). Putus asa adalah penghalang terbesar manusia untuk maju. Ia membuat seseorang menjadi tidak berpengharapan. Ingatlah ini selalu, Tuhan mendidik bukanlah karena benci, sebaliknya karena Dia mengasihi dan menganggap kita anak-Nya (Ibrani 12:6).

Dididik dan dihajar Tuhan memang tidak menyenangkan. Namun, itulah bukti kasih Tuhan yang sangat besar pada kita. Selama ini, bagaimana respons kita terhadap didikan Tuhan? Sepatutnya kita bersyukur dan menerima didikan-Nya.

Hajaran Tuhan adalah hajaran yang dilandasi oleh kasih bukan kebencian.

Sumber: Renungan Harian Edisi Setahun, www.jawaban.com-spritual