Jumat, 11 Maret 2011

Membuat Pilihan Yang Benar

Ulangan 30:19

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.

Wilma Rudolph, pemenang tiga medali emas dalam Olympiade tahun 1960 ini penah dikenal di lapangan lari sebagai wanita  pelari tercepat di dunia. Namun tahukah Anda bahwa ia pernah di vonis oleh dokter bahwa ia tidak akan pernah bisa berjalan lagi? Wilma adalah anak ke dua puluh dari 22 anak. Wilma dilahirkan dalam keadaan premature dalam sebuah keluarga miskin, dan ia tidak diijinkan menerima perawatan di rumah sakit kulit putih setempat.

Ia pernah berkata, “Para dokter mengatakan kepada saya bahwa saya tidak akan pernah berjalan lagi, tapi ibu saya mengatakan bahwa saya akan berjalan, jadi saya percaya pada ibu saya.” Wilma tepat memilih siapa yang bisa ia percayai. Selama beberapa tahun berikutnya, ibunya merawatnya dari banyak penyakit. Saat ia menderita polio, ibunya membawa dia dua kali seminggu selama dua tahun ke fasilitas medis yang mau merawatnya, pada hal jaraknya hampir delapan puluh setengah kilometer dari tempat tinggal mereka. Namun pilihan Wilma untuk percaya pada ibunya tidak sia-sia, terbukti ia bukan hanya bisa berjalan bahkan menjadi juara lari Olimpiade.

Seperti Wilma, setiap hari kita diperhadapkan pada pilihan untuk mempercayai apa yang dikatakan orang-orang di sekitar kita atau mempercayai Tuhan. Seperti Tuhan memperhadapkan pilihan pada bangsa Israel, Tuhan pun berharap agar kita memilih mempercayai Dia, memilih kehidupan supaya kita memperoleh kehidupan kekal itu dan juga segala kelimpahan yang Tuhan telah sediakan sebagai bonusnya. Namun semua itu kembali kepada setiap pribadi kita, apakah kita memilih kehidupan atau kematian? Tentukan pilihan Anda.
Pilihan-pilihan yang kita buat hari ini, akan menentukan kehidupan kita selanjutnya. Pastikan Anda membuat pilihan yang benar.

Kamis, 10 Maret 2011

Menjadi Domba Yang Setia

Yeremia 23:3-4

Dan Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku menceraiberaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka: mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun, demikianlah firman TUHAN.
Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 70; Markus 14; Bilangan 23-24
Kesetiaan dan ketaatan, dalam dua hal ini kita sebagai manusia sulit untuk menjalankannya. Padahal seperti yang dituliskan oleh nabi Yeremia di atas, jika kita setia dan taat kepada Tuhan ada 3 berkat yang akan kita terima:
  1. Berlipat ganda.
  2. Tidak takut dan tidak terkejut oleh hal buruk yang datang
  3. Ada penjagaan yang sempurna
Apakah Anda ingin menerima berkat ini? Dalam firman Tuhan di atas, ada syarat yang harus Anda lakukan untuk bisa menerimanya. Tuhan telah mengangkat gembala-gembala atas kita domba-domba Tuhan. Taat dan setialah kepada gembala-gembala tersebut, selain kepada Gembala Agung kita Tuhan Yesus.
Jika kita tidak taat kepada gembala yang kelihatan, maka bagaimana kita bisa berkata taat dan setia kepada Gembala Agung kita yang tidak kelihatan oleh mata. Dan jika Anda tidak memiliki sikap penundukan diri ini, Anda akan melewatkan berkat yang indah tersebut.
Siapakah yang menjadi gembala yang Tuhan tempatkan dalam hidup Anda saat ini? Dia bisa jadi suami Anda, gembala di gereja Anda, dan juga pemimpin di perusahaan Anda. Merekalah yang Tuhan percayakan untuk menjadi penjaga Anda, jadi mari belajar taat dan setia kepada mereka, dan hormatilah mereka sebagaimana seharusnya.
Ada berkat dalam penundukan diri pada otoritas, yaitu pelipatgandaan, perlindungan dan rasa aman.

Jumat, 04 Maret 2011

Rahasia Masa Depan

Daniel 2:22

Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, 
Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.

Ada seorang pria yang begitu kagum dengan sebuah mikroskop karena mampu memperlihatkan sel-sel yang terkecil dalam sebuah benda tertentu. Karena rasa kagum dan rasa ingin tahunya yang besar, ia akhirnya membelinya.

Karena iseng dan rasa ingin tahunya yang besar,  ia ingin melihat nasi yang siap disantap di piringnya di bawah mikroskop itu. Apa yang terlihat olehnya? Apa yang tadinya tak dapat dilihat oleh mata telanjang, kini menjadi sangat jelas. Ia melihat pemandangan yang sangat menjijikkan. Betapa tidak, makanan yang akan dinikmatinya, penuh dengan kuman. Piring dan sendoknya juga begitu. Penuh kuman. Melihat semua itu, ia tidak jadi makan karena takut.

Bagi manusia, hidup seperti misteri yang tak ada habisnya. Kita tak tahu apa yang terjadi esok. Konyolnya, banyak manusia ingin tahu apa yang bakal terjadi sampai-sampai mereka pergi ke tukang ramal dan dukun serta membaca horoskop. Tetapi apa yang terjadi ketika mereka tahu apa yang akan terjadi? Seringkali ketakutanlah yang akan datang.

Amsal 23:18 berkata, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

” Hal tersebut kita alami jika kita menaruh masa depan kita di tangan Tuhan dan percaya bahwa Tuhan menyediakan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). (Renunganharian.wordpress.com)

Jika manusia tahu apa yang terjadi di hari esok, ia tidak pernah dapat menikmati hidup di hari ini


sumber: http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/main_daily_update/date/2011-03-05.htmlhttp://www.jawaban.com/index.php/spiritual/main_daily_update/date/2011-03-05.html

Gunung Horeb, Gunung Allah

Keluaran 3:1

Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. 
Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, 
sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Gunung Horeb, nama gunung ini berarti tandus, sebuah tempat yang ditelantarkan, mandul, dan kering. Selama 40 tahun Musa berada di daerah sekitar gunung Horeb setelah melarikan diri dari Mesir menggembalakan domba-domba. Saat itu Musa telah kehilangan segalanya, mimpi-mimpinya telah mati, dan ia kehilangan tujuan hidupnya.

Seperti yang sering dilakukan Tuhan terhadap berbagai rintangan dalam kehidupan seseorang, Tuhan mengubah gunung yang tandus ini menjadi gunung Allah. Kejadian ini menggambarkan kesanggupan Tuhan untuk memperbaiki, menyembuhkan, dan memunculkan kebaikan dari keburukan. Horeb tidak selalu mengerikan, Musa berjumpa dengan Tuhan menemukan panggilan hidupnya disana.
Gunung Horeb menggambarkan sifat paradoks Kerajaan Allah dalam kehidupan nyata – bahwa kebaikan dapat muncul dari keburukan, bahwa kita bisa menjadi pribadi yang paling kuat dalam kelemahan kita dan bahwa kehidupan bisa muncul setelah kematian.
Nabi Yoel berkata, “Baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!” (Yoel 3:10). Tuhan mengatakan kepada Rasul Paulus, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” (2 Korintus 12:9). Satu hal yang perlu kita tanamkan dalam hati kita, bahwa dibalik kondisi seburuk apapun, Tuhan memiliki rencana yang indah atas hidup kita. Untuk itu, jangan pernah putus pengharapan!
Apapun yang terjadi dalam hidup Anda, Tuhan memiliki rencana yang indah dibaliknya.

Selasa, 01 Maret 2011

Doakanlah Pemimpin Anda

Ibrani 13:18

‘Berdoalah terus untuk kami; sebab kami yakin, bahwa hati nurani kami adalah baik, karena di dalam segala hal kami menginginkan suatu hidup yang baik.”

Saya adalah salah seorang pengagum rasul Paulus. Meski saya tidak hidup pada zamannya, tetapi kisah hidupnya dan tulisan-tulisannya yang diilhami oleh Roh Kudus membuat saya begitu tertarik dengan pria yang dahulu merupakan pemburu dan pembunuh orang-orang percaya.

Diantara banyak hal yang saya sukai dari rasul Paulus, saya menyukai sifat kerendahan hatiannya. Meski ia memiliki banyak pengalaman rohani dengan Tuhan dan memenangkan jiwa-jiwa, tetapi itu tidak membuatnya menjadi sombong. Pada beberapa bagian di dalam surat yang ditulisnya kepada jemaat, sangat jelas dan terbuka ia meminta doa dari jemaat yang disuratinya tersebut.

Paulus sadar bahwa ia adalah manusia biasa yang memerlukan bantuan jemaat-jemaat untuk menopang terus dirinya dan pelayanan yang sedang dikerjakannya. Ia tidak pernah meremehkan dukungan yang diberikan oleh orang-orang yang dilayaninya. Ia tahu dengan a
danya doa dari jemaat-jemaat, ia mendapatkan dukungan secara spiritual.

Pemimpin atau atasan Anda saat ini mungkin bukanlah seperti seorang rasul Paulus yang secara terbuka dan jujur mengakui bahwa dirinya memerlukan orang lain untuk memberikan kekuatan kepadanya, namun begitu janganlah lantas Anda menunjukkan sikap yang negatif. Berikanlah dukungan kepadanya lewat doa-doa yang Anda panjatkan kepada Tuhan. Curahkanlah berkat atas kehidupannya dan perkatakan hal-hal yang positif kepadanya. Yakinlah ketika Anda melakukan hal tersebut, Allah sedang mencurahkan rahmat-Nya kepada pimpinan Anda tersebut.

Lakukan ini terus menerus di dalam kehidupan Anda bukan atas dasar Anda menginginkan sesuatu dari Tuhan ataupun dari pemimpin Anda, akan tetapi melakukan ini sebagai bentuk ketaatan Anda kepada firman Tuhan.

Doa adalah salah satu bentuk dukungan paling positif dan nyata yang dapat Anda berikan kepada pimpinan Anda.



:)

Doa Menggerakkan Para Malaikat

Kisah Para Rasul 12:5

Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Dalam Kisah Para Rasul mencatat bagaimana Raja Herodes memenjarakan Rasul Petrus dan menjaganya dengan empat regu prajurit. Namun, mereka bukan tandingan bagi doa orang percaya. “Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.” (Kisah Para Rasul 12:5). Anda tahu apa hasilnya?

Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. (Ayat 6-7).

Dari cerita di atas kesimpulannya, ketika ada orang-orang berdoa Tuhan mengirimkan malaikatnya. Yesus berdoa di Taman Getsemani dan para malaikat datang melayani Dia (Lukas 22:43). Paulus berdoa di tengah badai, di tengah samudra raya dan Tuhan mengirimkan malaikat menjaganya (Kis 27:23).

Ketika Anda berdoa, Tuhan mengirimkan malaikatnya untuk menolong Anda. Tidak perduli apa yang Anda hadapi, mereka siap untuk menolong Anda. Anda bisa bayangkan apa jadinya jika orang percaya tidak berdoa ketika menghadapi masalah? Banyak malaikat menganggur karena menunggu untuk diutus oleh Tuhan.

Anda memiliki kuasa sorgawi di dunia ini, saat Anda menekuk lutut Anda dan berdoa di hadapan Tuhan memohon pertolongan-Nya.

Doa Menggerakkan Para Malaikat

 Kisah Para Rasul 12:5
Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 59; Markus 3; Bilangan 1-2
Dalam Kisah Para Rasul mencatat bagaimana Raja Herodes memenjarakan Rasul Petrus dan menjaganya dengan empat regu prajurit. Namun, mereka bukan tandingan bagi doa orang percaya. “Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.” (Kisah Para Rasul 12:5). Anda tahu apa hasilnya?
Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. (Ayat 6-7).
Dari cerita di atas kesimpulannya, ketika ada orang-orang berdoa Tuhan mengirimkan malaikatnya. Yesus berdoa di Taman Getsemani dan para malaikat datang melayani Dia (Lukas 22:43). Paulus berdoa di tengah badai, di tengah samudra raya dan Tuhan mengirimkan malaikat menjaganya (Kis 27:23).
Ketika Anda berdoa, Tuhan mengirimkan malaikatnya untuk menolong Anda. Tidak perduli apa yang Anda hadapi, mereka siap untuk menolong Anda. Anda bisa bayangkan apa jadinya jika orang percaya tidak berdoa ketika menghadapi masalah? Banyak malaikat menganggur karena menunggu untuk diutus oleh Tuhan.
Anda memiliki kuasa sorgawi di dunia ini, saat Anda menekuk lutut Anda dan berdoa di hadapan Tuhan memohon pertolongan-Nya.