Senin, 14 Februari 2011
Jumat, 11 Februari 2011
Melayani Dengan Cinta
Yohanes 13:14-15
“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”
Di dalam natur kita sebagai manusia, kita cenderung lebih suka untuk dilayani daripada melayani.
Sama seperti murid-murid Yesus, kita lebih suka menjadi yang terbesar daripada menjadi yang terkecil. Hal ini disebabkan karena manusia sejak kejatuhannya dalam dosa telah dipenuhi oleh kesombongan.
Yesus datang ke dunia ini dengan bersenjatakan kerendahan hati untuk mengalahkan dunia yang dipenuhi oleh kesombongan. Walaupun Dia merupakan anak Allah, Raja dari segala Raja tetapi Dia rela dilahirkan di kandang domba yang hina dan mati disalib laksana seorang penjahat. Yesus memberikan teladan sebagai seorang pemimpin sejati yang lebih suka melayani daripada dilayani.
Memikul salib dan penyangkalan diri (kehendak) akan menghasilkan kematian terhadap diri sendiri. Bukti nyata dari seseorang yang telah mengalami kematian terhadap diri sendiri adalah timbulnya kerinduan untuk melayani orang lain. Semakin seseorang mati terhadap dirinya maka ia semakin rindu untuk melayani orang lain. Dr. Ravi Zacharias berkata, “Kita begitu mudah mengklaim hak-hak kita sampai-sampai kita mengubur tuntutan yang memanggil kita untuk melayani”. Konflik yang terjadi dalam sebuah rumah tangga umumnya ditimbulkan karena masing-masing pihak lebih menuntut haknya untuk dilayani daripada melayani. Suami dan isteri masing-masing maunya menang sendiri dan tidak mau mengalah. Jika keduanya terus bertahan dengan keegoannya maka konflik tidak akan bisa diselesaikan dengan baik. Lalu komunikasi menjadi terganggu dan bila tidak terjadi pemberesan maka bisa mengarah kepada perceraian.
Bila hubungan kita dengan orang lain tidak di dalam Tuhan pasti akan berakhir dengan kekecewaan. Hal ini disebabkan setiap manusia memiliki naluri untuk mencari kepuasan melalui hubungan dengan sesamanya. Padahal tidak ada seorang pun manusia yang dapat memberikan kepuasan penuh kepada orang lain. Hanya hubungan dengan Tuhan yang dapat memberikan kepuasan sejati kepada manusia. Hanya orang yang telah menemukan kepuasan sejati melalui hubungan dengan Kristus mampu melayani dengan cinta yang sejati.
Oleh karena itu hal utama yang perlu kita kejar dalam hidup ini adalah mengalami kepenuhan Allah sehingga lewat itu hidup kita akan benar-benar dipuaskan. Dari kepuasan itu akan lahir sebuah pelayanan yang dilandasi oleh cinta bukan kewajiban. Yesus berkata, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Hanya manusia yang telah menerima kasih dari Kristus yang mampu memberikan kasih yang tanpa syarat itu. Terimalah cinta-Nya dan layanilah orang lain dengan cinta itu! Sunanto Choa/Glorianet.org
Untuk dapat melayani dengan cinta, Anda harus bersedia untuk menyerahkan ego Anda ditangan Tuhan.
Senin, 07 Februari 2011
Kasih Yang Semakin Dingin
Kasih Yang Semakin Dingin
Matius 24:12
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Di bulan Februari ini, kata cinta dan kasih begitu familiar terdengar. Tentu Anda tahu apa sebabnya, karena di bulan Februari ini ada sebuah hari bernama hari kasih sayang atau yang populer disebut hari Valentine.
Namun sungguh disayangkan, hari-hari ini kata kasih sayang dan cinta yang tulus tidak mudah ditemukan. Hati banyak orang telah membeku, karena fokus kehidupan telah beralih kepada diri sendiri, mereka mencintai diri sendiri.
Kita sering berpikir bahwa mengasihi itu adalah pilihan, pada hal mengasihi adalah sebuah perintah. Yesus berkata, " Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34). Dan kita pun tidak dimintai hanya mengasihi mereka yang mengasihi kita saja, namun juga dimintai mengasihi musuh kita. Mengapa? Karena "jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka." (Lukas 6:32).
Untuk itu mari "kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat." (ay 35).
Mengasihi bukanlah sebuah pilihan, itu adalah sebuah perintah. Jadi marilah kita mengasihi bukan hanya dengan perkataan, tapi dengan tindakan nyata.
saya:Kiranya dpt mengasihi seperi kasih TUHAN YESUS kepada SAYA,, yang tak pernah menuntut balasan.
Sabtu, 05 Februari 2011
Sanggup Mengubah Hati
Sanggup Mengubah Hati
Amsal 21:1“Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkanNya ke mana Ia ingini.”
Seorang teman pernah mengatakan sesuatu yang buruk tentang seorang dosen senior di tempat dimana kami berkuliah dahulu. Kata ia, jika saya diajarkan oleh beliau dan berbuat salah sekali saja kepada beliau maka dipastikan nilai mata kuliah saya akan buruk. Menurutnya, orang yang berbuat salah kepada dosen tersebut akan terus diingat dan kelulusannya akan dipersulit. Ketika pembicaraan itu berlangsung, saya masih kuliah di tingkat II & belum pernah diajar sama sekali oleh dosen senior tersebut.
Singkat cerita, sampailah saya ke tingkat III kuliah saya. Ketika saya membaca jadwal mata kuliah yang saya ambil, mata saya terperangah ketika dosen senior yang dikatakan oleh teman saya tersebut ternyata mengajar di kelas saya. Jujur, saya cukup ketakutan. Saya ngeri ketika beliau mengajar saya, saya berbuat kesalahan dan itu membuat saya tidak dapat lulus dari kampus sesuai target.
Benar apa yang ditulis di alkitab tentang ketakutan bahwa semakin kita takut, maka ketakutan itu akhirnya yang terjadi ke dalam hidup kita. Pada satu sesi acara perkuliahan dosen senior tersebut dimana saat itu saya dan teman-teman satu kelas diharuskan untuk mengumpulkan tugas, saya tidak masuk ke kelas. Alasan saya tidak masuk adalah karena saya terlambat. Biasanya, sang dosen tidak pernah memperbolehkan mahasiswanya yang telat, dapat masuk ke kelas. Bagaimanapun dibujuk, beliau tidak akan mengizinkannya. Atas pengetahuan itulah, saya pun mengambil keputusan untuk berada di luar kelas.
Namun, keputusan saya saat itu ternyata membawa malapetaka. Ketika kuliah selesai hari itu dan saya ingin mengumpulkan tugas kepada beliau, dengan nada yang sedikit ketus, beliau menolak tugas yang saya buat. Beliau mengatakan ia tidak akan menerima tugas yang dikumpulkan oleh mahasiswanya setelah jam ia mengajar berakhir. Mendengar itu, saya sedikit sedih karena saya tahu jika tugas ini tidak diterima beliau maka nilai saya untuk mata kuliah tersebut hancur lebur.
Saya pun beranjak dari ruangannya dan pulang ke kosan. Di kosan, saya berdoa kepada Tuhan. Memohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuat. Saya juga memohon kepada-Nya agar dibukakan jalan keluar bagi persoalan yang saya hadapi dan meminta Dia melembutkan hati dosen tersebut.
Satu hari, satu minggu, dua minggu, saya tidak melihat ada tanda-tanda doa saya terjawab. Akan tetapi, saya terus memercayai pekerjaan Tuhan. Hingga pada satu suatu hari, seorang asisten dosen mendatangi saya dan mengatakan agar saya menaruh tugas saya ke meja dosen senior tersebut. Saya cukup kaget mendengarnya karena sebelum-sebelumnya, beliau telah menolak tugas saya. Akan tetapi, saya menuruti perkataan asisten dosen itu.
Waktu pun berjalan. Ujian Akhir Semester telah berlalu dan saatnyalah saya melihat nilai-nilai dari mata kuliah yang saya ambil. Ketika saya melihat di komputer nilai mata kuliah saya, saya begitu kaget karena nilai mata kuliah yang diajar oleh dosen senior itu ternyata cukup bagus. Saya mengucap syukur kepada Tuhan. Saya percaya kalau bukan karena DIA yang bekerja di dalam hati beliau, nilai saya hancur lebur dan saya tidak akan dapat lulus dengan tepat waktu.
Allah yang Anda dan saya sembah adalah Allah yang besar. DIA sanggup melakukan apa yang tidak pernah bisa kita lakukan. Di dalam kitab Amsal tertulis, ‘hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkanNya ke mana Ia ingini.”
Jika Anda saat ini mengalami persoalan dengan orang-orang otoritasnya di atas Anda, datanglah kepada Allah. Naikkan doa kepada-Nya dan mintalah agar DIA melembutkan hati mereka. PERCAYALAH, ketika Engkau melakukan hal tersebut, Allah akan bekerja di dalam kehidupan orang-orang yang Anda doakan itu dan membuat hati mereka menjadi seperti yang Anda doakan selama ini.
Jika Allah sanggup melembutkan hati seorang raja, DIA juga pasti dapat melembutkan hati atasan Anda.
sumber:
AMIEN
Kamis, 03 Februari 2011
Lambat
Lambat
2 Petrus 3:9
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian.
Jika ada kontes tentang sifat baik yang terpopuler, saya menduga bahwa "paling cepat" akan mengalahkan "paling baik". Banyak tempat di dunia tampaknya terobsesi dengan kecepatan. Namun, kesukaan "bertindak cepat" tidak selalu menyebabkan adanya kemajuan yang cepat.
"Tiba saatnya menghadapi obsesi kita yang ingin mengerjakan segala sesuatu dengan lebih cepat," kata Carl Honore dalam bukunya In Praise of Slowness (Memuja Kelambatan). "Kecepatan tidak selalu menjadi kebijakan terbaik."
Menurut Alkitab, Honore benar. Petrus mengingatkan bahwa di hari-hari terakhir, orang meragukan Allah karena tampaknya Dia lambat ("lalai") menggenapi janji-Nya untuk datang kembali. Namun, Petrus menunjukkan bahwa yang tampaknya dianggap sebagai kelambatan ini merupakan hal yang baik. Allah sebenarnya sedang menunjukkan kesabaran-Nya dengan memberikan lebih banyak waktu bagi kita untuk bertobat (2 Petrus 3:9), dan juga sesuai dengan karakter-Nya sebagai Allah yang sabar atau lambat untuk marah (Keluaran 34:6).
Kita juga harus lambat untuk marah—dan lambat untuk berkata-kata (Yakobus 1:19). Menurut Yakobus, "kecepatan" hanya berlaku bagi telinga kita. Kita seharusnya lebih cepat mendengar. Pikirkan betapa banyak masalah yang dapat dihindari bila kita belajar mendengar—sungguh-sungguh mendengar, bukan hanya berhenti bicara—sebelum kita mulai berkata-kata.
Di antara ketergesaan kita untuk memenuhi tujuan dan tenggang waktu, marilah kita cepat untuk mendengar dan lambat untuk marah dan lambat untuk berkata-kata. —JAL/RBC Indonesia
Kecepatan tidak selalu menghasilkan sesuatu yang baik, kadang Anda perlu untuk melakukan sesuatu dengan lambat, seperti lambat untuk marah dan berkata-kata.
Menjadi Yang Terkemuka
Menjadi Yang Terkemuka
Matius 20:26-27
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Siapa sih di dunia ini yang tidak ingin diutamakan, menjadi pusat perhatian, dihormati dan juga di kasihi? Tentu semua orang menginginkannya. Itulah sebabnya banyak orang seringkali menggunakan segala cara untuk mendapatkannya. Mulai dengan mengejar obsesi menjadi artis, orang kaya ataupun seorang pemimpin atau bos.
Namun jika kita tidak belajar prinsip utama untuk menjadi seorang yang terkemuka, atau menjadi seorang pemimpin yang seperti Yesus ajarkan, maka pada akhirnya ketika kita telah sampai pada tujuan itu, kita dapat menyalahgunakan apa yang kita terima. Hal ini dapat kita lihat jelas di bangsa ini, banyak mereka yang telah menjadi pemimpin di berbagai aspek menyalahgunakan apa yang mereka miliki. Jadilah apa yang kita sebut sebagai krisis moralitas.
Untuk itu, hari ini mari kita belajar untuk memiliki hati hamba seperti yang Yesus ajarkan. Jika kita ingin menjadi yang terkemuka, ingin mendapatkan hormat dan kasih dari orang-orang di sekitar kita, hendaklah kita melayani mereka dengan kasih yang tulus dan kerendahan hati. Niscaya jika kita melakukannya, kita akan menuai apa yang kita tabur.
Hati hamba adalah satu-satunya cara untuk menjadi yang terkemuka dalam Kerajaan Allah.
Dike:
Krisis Moral terjadi saat seseorang itu merasa, apa yang telah dia usahakan juga dikerjakan untuk mencapai sesuatu tujuan telah berhasil, jadi ia seperti menuntut atas semua yang telah dia usahakan itu. Maka ia menjadi meyalahgunakan kekuasaan yang mereka miliki. Dalam hal ini kekuasaan seorang sebagai pemimpin, saat kita tak tahu rasanya, menjadi seorang bawahan, pelayan, pembantu, atau hamba, kita telah gagal menjadi pemimpin, dalam hal ini, maksudnya orang tak harus jadi bawahan dulu atau hamba untuk menjadi seorang pemimpin.
Tapi kita sekiranya memiliki hati sebagai Hamba, karena memang bukan kita pemilik alam semesta ini.
Kita juga harus sadar bahwa bumi itu berputar. Apa yang ada sekarang haruslah kita Syukuri, karena itu adalah pemberian-Nya.
Matius 20:26-27
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
KEMULIAN TUHAN DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI..
;D
Selasa, 01 Februari 2011
Bukan Tiruan
Kejadian 1:26
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar
dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung
di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Jika Anda berbelanja di pedagang kaki lima, Anda akan dengan mudah menemukan tas-tas dengan merek terkenal namun dengan harga yang sangat murah. Tentu saja Anda tahu mengapa harganya sangat murah bukan? Ya, tentu saja murah, karena tas tersebut hanyalah tiruan. Harganya jauh lebih murah dari tas yang asli merek terkenal tersebut. Selain karena tiruan, kualitas dan bahan tas tersebut juga jauh lebih rendah dari yang asli.
Sayangnya, hari-hari ini banyak orang hidup seperti tas-tas palsu tersebut. Mereka hidup sebagai tiruan dari orang lain, mereka menilai dirinya jauh lebih rendah dari yang seharusnya. Tetapi mereka bukanlah manusia tiruan, mereka adalah pribadi-pribadi yang orisinal diciptakan oleh tangan Tuhan sendiri. Namun mereka tidak tahu jati diri mereka yang sebenarnya, citra diri mereka yang serupa dan segambar dengan Allah telah dihancurkan oleh iblis sehingga mereka hidup dibawah kapasitas mereka yang sesungguhnya.
Apakah Anda salah satu orang yang dibicarakan di atas? Anda adalah pribadi yang unik, orisinil, mulia dan berharga, karena Anda diciptakan oleh Tuhan sendiri. Anda bahkan diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Jangan memandang rendah diri Anda sendiri, apalagi hidup sebagai tiruan orang lain.
Hari ini sadarilah bahwa ada sebuah kapasitas yang besar yang telah Allah taruh dalam hidup Anda. Jadilah pribadi yang orisinil, dan menghidupi panggilan Anda. Belajarlah dari orang lain, namun bukan menjadi tiruan mereka. Anda bisa mencapai kemaksimalan sebagai diri sendiri. Bersama Tuhan, Anda bisa melakukan perkara-perkara yang besar. VM/Jawaban.com
Sumber:http://www.jawaban.com/index.php/spiritual/main_daily_update/date/2011-02-02.html
Terima kasih kepada-Mu, Bapa, krn Kau menciptakan kami serupa gambaran-Mu, kami adalah pribadi yg orisil, asli, tak tergantikan, unik, spesial, tak ada yg sama dengan kami di dunia ini yang Kau ciptakan. Kiranya kami dapat memaksimalkan diri kami di dalam Engkau ya Bapa. Agar kami dapat mengeluarkan segala kapasitas kami yang besar, dalam-Mu...
Dengan sayapMu
ku dapat terbang tinggi
ditengah badai hidup
aku percaya
Kau kekuatan
dan penghiburan
YESUSku
Rajaku
Langganan:
Postingan (Atom)