Kamis, 07 Agustus 2014

:: Anak Gadis & Ibunya Yang Cantik ::

Suatu pagi seorang anak gadis berkata pada ibunya :
“ Ibu, ibu selalu terlihat cantik. Aku ingin seperti ibu, beritahu aku caranya“
“ Dengan tatapan lembut dan senyum haru, sang ibu menjawab:
“ Untuk bibir yang menarik, ucapkanlah perkataan yang baik”
“ Untuk pipi yang lesung, tebarkanlah senyum ikhlas kepada siapapun”
“ Untuk mata yang indah menawan, lihatlah selalu kebaikan orang lain..”
“ Untuk tubuh yang langsing, sisihkanlah makanan umtuk fakir miskin”
“ Untuk jemari tangan yang lentik menawan, hitunglah kebajikan yang telah di perbuat orang kepadamu.”
“ Untuk wajah putih bercahaya, bersihkan kekotoran batin…”
Anakku… Janganlah sombong akan kecantikan fisik, karena itu akan
pudar oleh waktu. Kecantikan perilaku tidak akan pudar walau oleh kematian….
Jika anda BENAR, maka anda tidak perlu marah.
Jika anda SALAH, maka anda wajib minta maaf.
Kesabaran dengan keluarga adalah KASIH.
Kesabaran dengan orang lain adalah HORMAT
Kesabaran dengan diri sendiri adalah KEYAKINAN
Kesabaran dengan Allah adalah IMAN.
Jangan terlalu mengingat masa lalu, karena hal itu akan membawa AIR MATA.
Jangan terlalu memikirkan masa depan, karena hal itu akan membawa KETAKUTAN.
Jalankan saat ini dengan senyuman, karena hal itu akan membawa
KECERIAAN.
Setiap ujian dalam hidup ini bisa membuat anda pedih atau lebih baik. Setiap masalah yang timbul bisa menguatkan atau menghancurkan.
Pilihan ada pada anda,apakah anda akan memilih menjadi korban atau pemenang.
Carilah hati yang indah, bukan wajah yang cantik.
Hal hal yang indah tidak selalu baik, tapi hal hal yang baik akan selalu indah…..
Tahukah kita, mengapa Allah menciptakan ruang antar jari tangan kita?
Agar seseorang yang menurut kita special akan datang dan mengisi ruang tersebut, dengan memegang tangan kita selamanya..
Selamat berjuang menyemai dan menanam bibit bibit kebajikan…
Ingat!
kesempatan tidak selalu membuat hidup kita lebih baik, tapi perubahan diri kita yang mengubah segalanya…. <3 p="">

Senin, 04 Agustus 2014

Kisah Mawar dan Pohon Bambu

Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.

Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang.

“Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari. “Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih.

Mawar yang mendengar hal itu tersenyum, “Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya. “Tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu,”

Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya. Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”

“Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar. “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nada sedih.

Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan. Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,”

Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu,”

Bambu kembali bingung, “Aku tidak mengerti,”

“Ah bambu..” ujar mawar sambil menggeleng, “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air. Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku,”

Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.

Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain.


Jumat, 22 Maret 2013

Bila Belum Terjawab


Pengkhotbah 3:11

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,  bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.



Ada tiga hal penting yang ada pada Bapa dan perlu kita sadari. Pertama, Tuhan Mahatahu. Dia tahu perjuangan kita setiap kali kita meminta, mencari, atau pun bersyukur keoada-Nya. Tuhan tahu seberapa besar keinginan kita agar doa kita dikabulkan. Tuhan tahu apa yang akan terjadi pada diri kita karena Dialah yang memegang masa depan kita, Tuhan membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku, ungkap Pemazmur. Tuhan tahu segalanya termasuk pikiran kita.

Kedua, segala sesuatu ada waktunya. Mungkin doa kita sudah dijawab oleh Tuhan namun belum tiba waktunya bagi kita untuk mengetahuinya. Mungkin karena kita belum siap diproses oleh Tuhan, kita masih bisa bertahan. Jadi, apa yang kita minta akan Tuhan berikan menurut waktu-Nya. Itulah saat Tuhan menjawab doa. Dalam Pengkhotbah 3:17 dikatakan, "Untuk segalah hal dan segala pekerjaan ada waktunya."

Ketiga, Tuhan pasti membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Kita bisa mengatakan bahwa saat itulah Tuhan mengabulkan doa kita. Hal ini sudah tepat, karena kita sudah siap dan membutuhkannya. Tuhan juga sudah memberi tanda bahwa Dia mengijinkannya. Kita perlu terus percaya bahwa doa kita pasti dijawab, tidak ada yang mustahil di dalam Tuhan, kita beriman kepada Kristus, berharap pada-Nya. Tuhan Yesus pasti mengabulkannya. Percayalah, waktu Tuhan itu indah bagi kita. Bersabarlah!

Permulaan sabar adalah pahit, tetapi manis akhirnya.
Sumber : Renungan Malam / Zee

Minggu, 16 Desember 2012

Menjelang Hari Tuhan Yang Mendekat

Matius 24:44
Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Beberapa tahun terakhir Indonesia sangat rawan dengan bencana alam. Masih segar diingatan kita bagaimana tsunami menghantam Aceh, gempa dasyat menggoncang kota Padang. Menghadapi berbagai bencana itu, akhirnya diikembangkan sistem peringatan dini terhadap bencana alam. Tidak berhenti pada sistem peringatan dini, masyarakat pun dilatih untuk melakukan simulasi ketika mendengar peringatan bahaya.
Bencana alam memang tidak bisa kita duga kapan datangnya, sebab itu kita dituntut untuk waspada. Tahukah Anda bahwa Tuhan menuntut kita memiliki kewaspadaan yang serupa dalam hal rohani, bahkan mungkin lebih waspada dari menghadapi bencana alam. Yesus berkata : "Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang." Matius 24:42Perintah Yesus untuk kita berjaga-jaga bukanlah untuk menakuti kita, atau membuat kita seperti fenomena saat ini dimana sebagian orang yang pergi ke tempat-tempat tertentu untuk menunggu kiamat.

Sebaliknya, Yesus meminta kita waspada menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali, agar kita semakin giat bekerja mengemban tugas yang Ia berikan. Ia berkata "berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang." Matius 24:46.  Janji kedatangan-Nya seharusnya memacu kita untuk semakin giat untuk mengemban Amanat Agung, dengan demikian kita dapat menyenangkan hati Tuan kita.
Akhir zaman atau kiamat bukanlah garis akhir bagi orang percaya, tetapi sebuah estafet menuju sebuah kehidupan yang baru. Untuk itu jangan hadapi dengan ketakutan, tetapi hadapilah dengan kegairahan dan sukacita sambil giat bekerja bagi Tuhan kita.

Mari jaga kewaspadaan kita menjelang hari Tuhan yang mendekat, kuatkan iman, dan makin giatlah bekerja bagi Kristus.

sumber: 

Jumat, 14 Desember 2012

Jangan Biarkan Iblis Sukses

Yohanes 8:42
Kata Yesus kepada mereka: 
"Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.


Dalam banyak hal Iblis berhasil menipu dan memprovokasi manusia untuk berpikir dan merasa bahwa Allah senang memperbudak manusia sehingga banyak manusia berusaha hidup saleh dan senang dengan tindakan-tindakan yang agamawi. Atau sebaliknya di tempat lain banyak manusia yang memilih untuk hidup bebas dan membenci agama.
Semua itu dibuat Iblis supaya manusia terperangkap dalam kegelapan sehingga manusia tidak dapat bersekutu/bersahabat dengan Allah. Ketika manusia tidak bersekutu dengan Allah, manusia tidak bisa menjadi maksimal seperti yang Allah kehendaki.
Karena itu seperti yang kita ketahui bersama banyak manusia yang sulit untuk menerima kenyataan kalau Allah menjadi manusia dan hidup bersahabat dengan orang berdosa. Hal itu terlihat jelas dari keseluruhan pasal delapan dalam kitab Yohanes, dimana kebanyakan orang yang saleh dan taat beragama justru membenci Yesus, Anak Tunggal Allah.
Tahukah Anda kalau dari zaman ke zaman Iblis sukses menggunakan fakta dan kenyataan untuk menyesatkan pikiran dan perasaan manusia. Iblis/Setan selalu berusaha mengambil atau mencuri kebahagiaan dan potensi manusia dengan dusta dan dakwaannya. Seperti yang dikatakan oleh Yesus bahwa dari sejak semula Iblis memang membenci manusia dan berkeinginan untuk membunuh manusia. (Yohanes 8:44)
Jika demikian masihkah Anda membiarkan kesuksesan Iblis? Kalau Anda mau mengalahkan Iblis maka ini saatnya gereja Tuhan bersatu dan bekerja sama dengan Roh Kudus untuk menceritakan siapakah Yesus Kristus itu dan memberitakan kepada teman dan keluarga kita kalau Allah adalah Bapa yang baik yang rindu untuk bersahabat dengan mereka.

Kristus Yesus sudah memerdekakan kita, jadi bersukacitalah dan manfaatkanlah kemerdekaan itu untuk berkarya dan melayani pekerjaan TUHAN


Kamis, 13 Desember 2012

Anugerah Dan Belas Kasihan

Lukas 2:14
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.

Sebuah surat dari seorang prajurit Inggris saat Perang Dunia I mengungkap sebuah kisah yang akan menjadi kisah Natal terfenomenal sepanjang sejarah. Saat itu malam Natal 1914. Pasukan Inggris dan Jerman saling berhadapan dalam pertempuran sengit. Namun di malam itu tiba-tiba tampak sebuah pemandangan aneh ketika dari parit tempat pasukan Jerman bersembunyi terlihat cahaya berkelap-kelip dengan sangat indahnya. Ternyata orang Jerman telah menempatkan Pohon Natal di depan parit mereka, diterangi lilin dan lentera di sepanjang parit.

Tak lama kemudian terdengar tentara Jerman menyenandungkan sebuah lagu, "Stille nach, Heilige nacht..." Lagu tersebut belumlah akrab di telinga beberapa tentara Inggris kala itu dan mereka yang mengenali lagu tersebut langsung menerjemahkan arti nyanyian yang ternyata adalah lagu Silent Night. Lagu tersebut menjadi sebuah lagu yang terasa jauh lebih bermakna di tengah medan perang yang gelap dan dingin.

Ketika lagu selesai dinyanyikan, tentara Inggris bertempik sorak untuk tentara Jerman. Kemudian salah seorang tentara Inggris mulai menyanyikan lagu The First Noel yang langsung disambut tentara Inggris lainnya. Tentara Jerman balik bertepuk tangan untuk tentara Inggris. Malam itu tentara Inggris dan Jerman silih berganti menyanyikan lagu Natal dalam bahasa mereka masing-masing. Tentara Inggris dan Jerman memperdengarkan harmonisasi dari lagu Natal yang indah di tanah tak bertuan, di malam yang dingin, di tengah perang yang sedang memanas. Namun apa yang terjadi kemudian jauh lebih menakjubkan.

Mereka sepakat untuk melakukan gencatan senjata hingga tengah malam berikutnya. Beberapa menit kemudian, di tanah tak bertuan ini, lebih dari seratus tentara dan perwira di masing-masing pihak saling berjabat tangan padahal beberapa jam sebelumnya mereka masih berusaha saling membunuh. Bahkan mereka yang tidak dapat berkomunikasi saling bertukar hadiah. Para tentara yang tadinya saling bermusuhan ini kemudian berkumpul di api unggun dan kembali menyanyikkan lagu Natal bersama-sama yang ditutup dengan lagu Auld Lang Syne, dan berjanji untuk kembali bertemu esok hari.

Sebuah keajaiban Natal yang patut menjadi bahan perenungan. Apa yang menyebabkan dua tentara yang berlawanan, berjuang sampai mati demi negaranya, meletakkan senjata mereka dan saling berpelukan sebagai teman? Semuanya hanya karena anugerah dan belas kasihan. Anugerah dan belas kasihan yang sama yang hadir di hati manusia pertama kali melalui kelahiran dan kematian Yesus dua ribu tahun yang lalu.

Anugerah, bicara tentang kebebasan dan perkenanan yang tidak seharusnya kita terima namun telah diberikan Tuhan kepada kita sebagai hadiah. Sedangkan belas kasihan bicara tentang kasih yang panjang sabar, akan kebaikan dan pengampunan Tuhan, meskipun sesungguhnya kita layak untuk menerima hukuman. Tentu saja Bapa Sorgawi adalah teladan terbaik dari pemberi anugerah dan kasih karunia.

Semoga setiap kita dapat mengikuti teladan dari Bapa Sorgawi kita, dan seperti tentara Inggris dan Jerman di pedesaan yang dilanda perang dingin di Belgia, melebarkan anugerah dan belas kasihan kepada setiap pribadi sehingga kita dapat menjalani kehidupan dengan penuh damai sejahtera.
Saat anugerah dan belas kasihan berjalan beriringan dan mengetuk hati manusia, kebencian sirna dan pengampunan yang mengalir melahirkan damai sejahtera.

Selasa, 29 Mei 2012

Misteri Tangisan Yesus


Yohanes 11:35
Maka menangislah Yesus.

Yohanes 11:35 memang menjadi sebuah ayat yang singkat di Alkitab yang terkadang kekuatannya seringkali diabaikan. Namun ketika kita melihat kisahnya secara lengkap, ada sesuatu yang benar-benar indah tentang Yesus. Insiden Yesus menangis terjadi ketika IA membangkitkan Lazarus dari kematian. Yesus adalah teman baik dari Lazarus dan kedua saudara perempuannya, Maria dan Marta. Lazarus sakit parah dan Maria serta Marta mengirim kabar kepada Yesus agar Yesus datang dan menyembuhkan saudara mereka. Hal ini disebutkan tiga kali dalam Yohanes 11:1-46 betapa Yesus mengasihi Lazarus, Maria dan Marta. Meskipun tak satupun dari ketiga orang ini termasuk 12 murid Yesus, namun Alkitab secara jelas menuliskan betapa Yesus sangat mengasihi mereka.
Namun ketika Yesus mendapat berita bahwa Lazarus sakit, IA sengaja menunda kedatangan-Nya. Yesus tidak langsung berlari ke sisi Lazarus dan menyembuhkannya. Sebaliknya, Yesus menghabiskan dua hari lagi di tempat IA berada dan selama waktu itu Lazarus pun meninggal. Kenapa? Kenapa Yesus menunggu dan membiarkan sahabat yang dikasihi-Nya meninggal? Yesus membiarkan Lazarus mati karena Dia punya rencana. Seluruh masalah ini, dari awal sampai akhir, tidaklah menjadi misteri bagi Yesus. Rencana Yesus sejak awal adalah untuk membangkitkan Lazarus dari kematian.
Butuh waktu empat hari bagi Yesus untuk sampai ke Betania, rumah Maria dan Marta serta Lazarus yang telah meninggal telah dikuburkan. Jika bicara soal terlambat, Yesus bahkan melewatkan prosesi pemakaman. Ketika Marta tahu bahwa Yesus ada di kota, Marta bergegas menemui Yesus. Dalam percakapan antara Marta dan Yesus, kita diperkenalkan akan ayat yang begitu luar biasa akan pengharapan dan janji yang diucapkan Yesus dalam Yohanes 11:25-26, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
Marta kemudian menemui Maria dan bergabung bersama dengan orang lain yang sedang berkabung. Lalu tibalah kita pada hal yang menarik. Ketika Yesus melihat Maria dan Marta serta semua orang yang berkabung dengan mereka, hati Yesus masygull dan IA pun menangis juga bersama dengan mereka. Yesus menangis! Tapi kenapa? Yesus tahu bahwa Dia akan membangkitkan Lazarus dari kematian. Yesus tahu bahwa cerita itu akan memiliki akhir yang luar biasa bahagia. Yesus tahu bahwa Dia akan melakukan sesuatu yang benar-benar mengagumkan. Namun Yesus tetap menangis. Yesus tidak mencoba untuk mendiamkan semua orang. Yesus tidak memarahi mereka karena tidak memiliki iman. Yesus tidak mencoba untuk memberitahu mereka bahwa segala sesuatu akan menjadi baik-baik saja. Yesus tidak membalikkan prosesi pemakaman menjadi sebuah parade kemenangan. Yesus berjalan bersama dengan mereka dan IA menangis bersama-sama dengan mereka.
Yesus menangis karena IA mengerti dan juga merasakan rasa sakit dan kesedihan. Tuhan adalah Tuhan dari kekekalan, tetapi Dia juga Tuhan untuk saat ini, waktu ini. Tuhan tidak meremehkan atau mengabaikan perasaan kita hanya karena Dia tahu bahwa Dia akan mengerjaka semuanya. Sebaliknya, Tuhan berjalan bersama kita dan sama-sama merasakan rasa sakit yang kita rasakan. Maria, Marta dan kerumunan oran yang berkabung mungkin berpikir bahwa Yesus datang terlambat, namun bagaimana mungkin IA yang dapat membatalkan segala sesuatu, bahkan atas kematian, bisa terlambat?
Saya tidak tahu apa yang Anda alami saat ini, tapi Yesus tahu. Saya tidak tahu bagaimana masalah Anda akan berlalu, tapi Yesus tahu. Saya tidak tahu apa yang Anda rasakan, tapi Yesus tahu. Apapun itu, Tuhan punya rencana. Tuhan berjalan bersama dengan Anda dan Tuhan merasakan apa yang Anda rasakan. Yesus menangis bersama dengan Anda. Dia tidak terlambat, dan pada akhirnya Anda akan melihat bahwa apapun yang telah “mati” dalam kehidupan Anda, akan bangkit kembali. Dan Yesus akan bersukacita bersama-sama dengan Anda.
Meskipun Yesus tahu akhir indah dari rencana-Nya atas hidup Anda, tak berarti IA tak akan menangis bersama dengan Anda hari ini.